Senin, 25 April 2011

Arti Tanda Tangan


Arti Tanda Tangan

1. Berakhir dg Garis Bawah
Garis bawah Anda kuat, langsung dan berlebihan, seperti Anda sendiri. Ini menyatakan bahwa Anda penuh keyakinan dan berani. Ketekunan ini ditandai dg coretan akhir yg kembali ke awal nama Anda. Anda adalah seorang yg tidak menyerah, bahkan jika ini berarti harus mulai dari awal.

2. Huruf-hurufnya Kecil dan Berdesak-desakan
Huruf yg berdesak-desakan menandakan bahwa Anda ingin mendapatkan manfaat yg sebesar-besarnya pd tempat yg sekecil mungkin, jg berarti bahwa Anda seorang yg ekonomis. Anda tahu bagaimana menghemat uang.

3. Tulisan Hiasan dan Besar2
Ini menandakan bahwa Anda mampu menanggulangi kekurangan dg membuat diri lebih besar dr yg sebenarnya. Meskipun tulisan itu tampak "artistik", Anda lebih suka gaya yg dibuat2 drpd mengembangkan bakat yg Anda miliki. Misalnya saja, Anda menyewa sebuah mobil limousin, perhiasan yg mahal, atau villa; dan ini tidak lebih untuk membuat gengsi Anda naik.

4. Tanda tangan Miring ke Kiri / Tulisan Miring ke Kanan
Tanda tangan Anda mengungkapkan bahwa Anda hanya ingin memberi kesan jauh dan bersikap hati2. Di samping Anda adalah seorang yg cukup ramah dan sosial, mungkin orang yg mementingkan hal2 bersifat lahir, memberikan suatu kesempatan untuk merasa aman dg kehadiran orang lain.

5. Tanda tangan Miring ke Kanan / Tulisan Miring ke Kiri
Berbeda dg sifat di atas, di sini Anda adalah seorang yg sangat baik dalam situasi sosial. Sejak asal Anda dpt menjadi tokoh dlm sebuah pesta, bersikap hangat, bijaksana, dan menarik. Di samping smua keterbukaan dan spontanitas ini, anda benar2 tidak menganggap diri sbg bagian kelompok, dan mungkin untuk menahan semua godaan kekerasan atau tekanan, jika bertentangan.

6. Tanda tangan yg Menurun
Tanda tangan yg menurun merupakan suatu tanda bahwa Anda mudah merasa yg seminimum mungkin dlm sehari. Di samping itu ada kelesuan, depresi, dan keputusasaan dlm hidup. Anda tampaknya mudah tergelincir.

7. Tanda tangan yg Naik
Tanda tangan yg naik menandakan ambisi Anda tinggi. Anda bermaksud mendaki tangga percintaan dan kesuksesan, dan tidak pernah berhenti. Tanda tangan Anda tidak menjadi lemah, terus maju ke depan dan naik ke atas. Bayangan yg positif ini memungkinkan nasib yg baik dlm kehidupan Anda.

8. Tanda tangan Lebih Besar drpd Tulisan
Jika tanda tangan Anda lebih besar drpd tulisan yg sebenarnya, maka Anda memiliki perasaan gengsi yg berlebihan. Anda mengharapkan orang lain terkesan dg wajah Anda. Selama bertahun-tahun Anda belajar memberikan wajah yg terkesan, meskipun kenyataannya bahwa keberhasilan Anda tidak memiliki sifat2 seperti yg dikehendaki.

9. Tanda tangan tidak Terbaca
Anda merupakan sebuah misteri bg orang lain dan mungkin bg diri sendiri.Orang2 tidak dapat membaca Anda. Bagaimanapun jg, menjadi suatu teka-teki memiliki keuntungan tersendiri. Anda menarik perhatian bg mererka yg mencoba membongkar sikap, tingkah laku, dan ucapan Anda yg tidak jelas.

10. Garis Bawah yg Bergelombang
Garis bawah yg bergelombnag melambangkan samudra dan Anda adalah sebuah pelampung, mampu melawan arus tanpa tengelam. Apa yg membuat Anda selamat adalah karena tahu persis bagaimana harus bertindak. Baik dalam pelayaran dg pesta coktail atau dlm badai politik, Anda memiliki ketangkasan untuk menjaga diri.

11. Tanda tangan yg Melingkar
Anda terkunci dan menyendiri, tetapi pengasingan ini disengaja dan dipaksakan. Anda percaya, bahwa suatu batas yg melingkar harus dipasang untuk melindungi identitas dan gaya hidup Anda. Anda seorang individu yg merasa sangat marah terhadap campur tangan orang lain.

12. Tanda tangan Dilalui Sebuah Garis
Hati-hatilah! Ini merupakan tanda bahaya dan dpt menghancurkan diri sendiri. Pendeknya ini menunjukkkan kecenderungan yg kuat untuk membunuh diri sendiri. Memberikan sebuah garis melalui nama Anda, berarti bahwa Anda mungkin merasa tidak lg memiliki hak untuk hidup.

13. Diakhiri Titik atau Tanda Garis
Tanda yg aneh ini melambangkan seseorang yg sangat berhati2. Sifat Anda yg skeptis memberikan kekerasan hati dlm membuat keputusan, dan apa yg Anda butuhkan adalah bukti yg tidak langsung. Memiliki kapasitas luar biasa untuk menghalangi mereka yg tlah Anda curigai melanggar kepercayaan.

14. Penghalang dan Titik Dihilangkan
Huruf 't' tanpa penghalang atau huruf 'i' tanpa tiitk, menandakan seorang yg pelupa. Anda melupakan setiap hari peringatan atau ulang tahun, bahkan nomor telp. Anda dan nomor telp. kepolisian.

15. Tulisan Anak Sekolah
Tanda tangan Anda masih sama sepeti saat di SMP. Huruf-hurufnya kurang memiliki bentuk dan aliran, meruncing sembarangan dari besar hingga kecil. Ini menandakan bahwa secara emosional Anda belum dewasa. Anda merasa sulit menyesuaikan diri di alam kedewasan.

16. Tanda tangan yg Bergaya
Tanda tangan Anda sangat artistik dan berbeda, seperti kesan anggun yg Anda berikan. Huruf2 besar, coretan dan tekanan menandakan keyakinan dlm diri Anda. Tidak ada pemutusan dlm huruf2nya, yg menandakan tidak ada keragu-raguan dlm mengutarakan apa yg Anda senangi dan yg tidak Anda senangi. Anda memiliki kebebasan untuk menciptakan gaya hidup.

Membaca Tanda Tangan

Tanda Tangan Anda Cermin Kepribadian Anda

Di mata "peramal", tanda tangan seseorang punya makna macam-macam, bisa mencerminkan kepribadian dan pengharapan, ada pula yang mengartikannya sebagai lambang ego, atau pertanda jalan hidup seseorang. Namun menurut seorang psikolog dan pakar grafolog dari Bandung, tanda tangan lebih merupakan identitas atau segel diri, yang punya nilai hukum.

"Orang ini tidak mudah putus asa. Meski sering goyah, kalau pun jatuh ia sanggup bangkit lagi. Yang ini orangnya sederhana, seadanya, dan mandiri. Nah, kalau ini lain lagi, orangnya punya rencana awal yang bagus, tetapi karena suatu hal lantas menciut niatnya." "Waduh, ini jelek banget. Orangnya disuruh kerja apa saja mau. Tapi ia suka berkorban demi orang lain, meski diri sendiri hancur. Tidak tegaan, lurus, dan tidak mengharapkan orang lain. Mestinya garis ini naik, jangan turun!"
Itu sekilas ramalan Ny. Nur - sebut saja begitu - yang mengaku suka iseng-iseng membaca makna tanda tangan, ketika disodori sejumlah tanda tangan untuk dianalisis. Ny. Nur melanjutkan ceritanya. Tanda tangan terputus-putus itu perjalanan hidupnya tersendat-sendat. Tidak punya rencana awal yang matang. Kalau ruwet dan melingkar-lingkar, orangnya suka mengeluh, sering memikirkan susahnyaketimbang senangnya.
Bentuk tanda tangan kecil menyimpan banyak rahasia. Bila berperkara dengannya sulit terselesaikan. Pernik-pernik pada tanda tangan pertanda hidup si empunya dimata-matai orang. Juga bisa diibaratkan sebagai gangguan dari luar.
 
Bisa juga orang itu suka memanipulasi diri, mengada-ada atau bohong. Garis bawah pun punya arti. "Kalau garisnya menempel di bawah tanda tangan, hidupnya tergantung pada orang lain. Garis bawah sebaiknya tidak menyentuh tanda tangan. Goresan pada akhir tanda tangan harus lepas. Kalau ujungnyake bawah, di hari tua sakit-sakitan, dan makin sengsara. Apalagi kalau ujungnya membentuk kait, hidupnya akan terusdililit utang," tuturnya.
 
Lambang Kepribadian dan Cita-cita
 
Di mata ahli grafologi, seperti ditulis Anna Koren Graphology Center Ltd., tanda tangan lebih menggambarkankepribadian daripada watak seseorang. Namun ia tidak bermakna bila tanpa disertai teks tulisan tangan dalamanalisisnya.Tanda tangan, lanjutnya, juga bisa melambangkan keadaan Anda sesungguhnya - your inner self, ego Anda. Sebuahtanda tangan bisa terdiri atas satu atau maksimal tiga elemen; nama kecil, nama keluarga, dan unsur tambahan.
Nama keluarga, menurut Anna Koren, mencerminkan citra Anda di masyarakat. Sedangkan nama kecil berkaitan dengan ego seseorang. Jika lebih menonjolkan nama kecil dalam tanda tangan itu menunjukkan suatu ekspresi untukmenarik perhatian, atau keinginan untuk membuktikan diri. Bisa jadi pemilik tanda tangan itu tidak menyandarkan diripada keluarganya. Ingin dinilai mandiri!
Nama kecil ditulis lebih besar ketimbang nama keluarga atau teks tulisan tangan menunjukkan egosentrisme (sifat atau kelakuan yang menjadikan diri sebagai pusat segala hal) dan narsisisme (cinta diri secara  berlebihan). Sebaliknya yangmenekankan nama keluarga berarti membanggakan atau tergantung pada keluarga.Bila tanda tangan identik dengan karakteristik teks tulisan tangan, lanjut Anna Koren, bisa disimpulkan penulisnya sudahmerasa puas dengan dirinya sendiri. Tidak ingin menonjolkan diri, tulus hati, dan teguh.Akan bermakna lain lagi bila sebuah tanda tangan disertai dengan unsur tambahan berupa tanda titik, yang biasanyamuncul pada akhir tanda tangan. Selain memberi kesan rasa waswas penulis kalau-kalau tanda tangannya dipalsukanoleh orang lain, tanda titik bisa juga melambangkan pendirian yang stabil, rasa curiga, dan mencoba menjaga jarak.Yang juga penting dianalisis, katanya, adalah perbedaan tanda tangan dengan teks tulisan, serta letak (penempatan) tanda tangan. Tulisan tangan mencerminkan perasaan terdalam penulis, sedangkan tanda tangan bisa menggambarkankeinginan (cita-cita) penulis.

Dari tanda tangan, bisa "diramal" ambisi penulis pada masa lalu, dan juga pengharapan di masa mendatang. Meskipun ada aturan-main dalam menganalisis sebuah tanda tangan, namun tetap saja masih mengandalkan intuisi.

Margaret Gullan-Whur, dalam bukunya What Your Handwriting Reveals yang dialihbahasakan oleh Dra. Arum Gayatri, disebutkan ada beberapa aspek yang mesti dilihat dalam menganalisis tanda tangan, yakni maksud tanda tangan,penempatan, ukuran, keseimbangan, koreksi, jelas-tidaknya dibaca, dan dekorasi (unsur tambahan).
Tanda tangan, menurutnya, umumnya sengaja dirancang oleh masing-masing orang untuk menunjukkan ciri-ciri kepribadiannya. Orang yang memiliki dua bentuk tanda tangan dengan model yang mirip bisa jadi ia bermuka dua.
Penempatan tanda tangan tepat di atas garis yang tersedia menunjukkan ia respek terhadap diri sendiri maupun otoritas. Bila agak di atas garis menandakan kegembiraan berkaitan dengan dokumen yang ditanda tangani itu. Dibawah garis berarti depresi. Tanda tangan beralur naik mencerminkan rasa percaya diri yang besar. Alur menurun,suasana suram. Tanda tangan berdesakan ke sebelah kiri dari tempat yang tersedia menunjukkan rasa takut (pada orang lain ataukegagalan). Sebaliknya kalau cenderung ke arah kanan, berarti kurang perhatian dan ceroboh.Tanda tangan lebih kecil daripada teks tulisan mengungkapkan keinginan untuk menyendiri. Sebaliknya tanda tanganbesar pertanda ingin menonjolkan diri, atau ekstrovert. Bila hurufnya besar dan rapat, pertanda kesombongan. Sementara pendapat lain menyebutkan tanda tangan kecil, mampat dan pendek pertanda rasa rendah diri. Tandatangan besar dan bergaris bawah menunjukkan kurang selera atau ego berlebihan.Ketidakseimbangan tanda tangan atau distorsi bisa berkaitan dengan emosional. Posisi nama keluarga lebih rendah daripada nama depan atau inisial, ada sangkut-pautnya dengan kemurungan.

Koreksi pada tanda tangan menunjukkan ketidakpuasan pribadi. Tanda tangan yang dikoreksi, mengarah ke kiri dan alurnya menurun menandakan kebencian diri sendiri. Bentuk yang banyak koreksian bisa berkaitan dengan sifat antisosial. Tanda tangan tak terbaca pertanda kurangnya perhatian terhadap komunikasi. Sebaliknya, kalau jelas danmudah dipahami pertanda kejujuran dan sifat dapat dipercaya.Tanda tangan dengan garis bawah wajar di bawah nama keluarga menandakan rasa percaya diri terhadap latarbelakang keluarga. Ada pula yang mengganggap garis bawah menunjukkan egoisme dan kekuatan jiwa.

Dekorasi berlebihan berbentuk garis lurus atau melengkung dengan bintang, mungkin orang itu merasa tak diperhatikan, atau tidak memiliki keistimewaan. Kalau goresannya agresif dan seolah ingin membatalkan tanda tangan, itu pertandafrustasi dan tidak sabaran. Bahkan ada yang menghubungkannya dengan kecenderungan penyimpangan seksual ataukeragu-raguan.Dekorasi yang mengelilingi sebagian besar nama mencerminkan sifat menutup diri atau pembelaan diri. Tanda tanganberbentuk coret-coretan, orangnya tertutup. Lingkaran mengelilingi tanda tangan mengindikasikan depresi dan teriakan minta bantuan.

Bukan Termasuk Grafologi

Prof. Dr. John Nimpoeno (71), psikolog dan pakar grafologi di Kampus Pasca Sarjana Universitas Parahyangan, Bandung, tidak sependapat dengan analisis tanda tangan di atas. "Memang dalam tanda tangan ada unsur yangmenunjuk sifat atau karakter seseorang, tapi tidak selengkap grafologi. Grafologi "kan kumpulan sifat yang terjadi padadiri seseorang sehingga bisa diprediksi. Misalnya, ia bakal sampai level manajer, atau justru jatuh. Tapi tanda tangan,nggak bisa. Karena unsurnya nggak lengkap. Dalam grafologi ada puluhan indikator. Sedangkan dalam tanda tanganhanya beberapa persen yang muncul."

Berdasarkan grafologi, gerakan menulis jelas ada hubungannya dengan kondisi psikofisik seseorang. "Pikiran, emosi sesaat bisa muncul dalam tulisan tangan. Tulisan tangan mencerminkan keadaan kepribadian  seseorang," jelas gurubesar yang pernah bekerja di Institut Parapsikologi di Jerman.Tanda tangan, lanjutnya, berbeda dengan grafologi. Ia muncul berkat gerakan yang sudah dibuat otomatis. Jadi, tandatangan tak sepenuhnya mencerminkan kepribadian seseorang seperti pada tulisan tangan.

Perihal tanda tangan bisa "diramal"? "Itu cuma cerita rakyat. Nggak ada ilmunya. Tanda tangan merupakan hasil gerakan otomatis, seperti cap atau stempel. Otomatisme namanya. Seratus psikolog pun tak akan bisa(menginterpretasikan). Secara psikologi, membaca tanda tangan yang berdiri sendiri, ya susah," ujarnya. 

Dalam tulisan tangan, menurut John Nimpoeno, karakter dan dinamika kepribadian bisa muncul. Sedangkan pada tanda tangan susah dilihat. Ada unsur-unsur (secara grafologi) tak muncul pada tanda tangan. Sehingga tidak bisa diprediksi.Tentang analisis tanda tangan oleh Anna Koren, John Nimpoeno berkomentar, "Bukan berarti salah sama sekali. Bisajadi ia memang grafolog, yang sebelumnya sudah melihat teks tulisannya serta memprediksi dalam pikirannya kemudianmemunculkan hasil analisis itu ketika melihat tanda tangannya."

Tanda tangan Elvis Presley dianalisis bentuknya mirip gambar gitar. "Wah ... itu sih grafologi abad XIX. Semacam primbon. Tanda tangan bentuknya mirip pistol, lantas diprediksi agresif. Kuno itu. Tanda tangan Walt Disney seperti mainan anak-anak, wah ... itu kebangetan!" ujarnya.

"Kecuali kalau ia melakukan riset secara ilmiah dan menemukan teori atau konsep baru. Misal, teori perbandingan tulisan dengan tanda tangan. Kalau memang ada perkembangan konsep grafologi baru, ya silakan." Jadi, tegasnya, nggak ada kaitan antara bentuk tanda tangan dengan watak, apalagi dengan hoki seseorang. "Ilmu"menganalisis tanda tangan lebih diterapkan pada bidang hukum. Misalnya, di laboratorium kriminal, sebagai tekniktersendiri untuk melihat palsu tidaknya suatu tanda tangan.

Lebih Bernilai Hukum

Tanda tangan merupakan identitas atau "segel" diri. Secara hukum tanda tangan yang dibubuhkan pada surat penting bisa mewakili diri orang yang bersangkutan.Betapa penting artinya, sampai-sampai hakim pun bisa menjebloskan seseorang ke dalam penjara, selembar kertas cekbisa ditukar dengan uang kontan, dsb. Karena punya arti penting itu (secara hukum bisa mewakili diri seseorang),sehingga muncul tindakan pemalsuan tanda tangan cek atau surat penting lainnya.

Kalau sebuah tanda tangan diragukan keasliannya, menurut John Nimpoeno, bisa muncul tiga kemungkinan. Pertama, tanda tangan itu memang asli (goresan tangan si Ali, misalnya). Kedua, tanda tangan itu palsu tapi mirip yang asli (karena kebetulan penulisnya juga bernama Ali). Ketiga, tanda tangan itu palsu (sengaja dipalsukan atau ditiru dari aslinya).

Repotnya, seseorang bisa saja memalsukan tanda tangannya sendiri. Misalnya, ketika menandatangani suatu surat penting ia membubuhkan tanda tangan yang berbeda dari biasanya. Belakangan ketika ada masalah dengan surat itu, iamungkir bahwa itu bukan tanda tangannya. Itu namanya tanda tangan "aspal" - asli tetapi palsu. Menurut John Nimpoeno, ada dua teknik yang biasa diterapkan untuk menentukan palsu-tidaknya sebuah tanda tangan,yaitu teknik mekanis (melibatkan peralatan tertentu) dan psikofisiologis (meminjam kaidah-kaidah yang berlaku dalamgrafologi tapi secara terbatas).

Pada teknik analisis psikofisiologis masih dibutuhkan tulisan tangan dari orang yang dianggap sebagai pemilik tanda tangan, dan orang yang dicurigai memalsukan tanda tangan. Tulisan tangan itu dipakai untuk pembanding. Hasil pengamatan cara ini bisa lemah kalau tidak dilakukan oleh psikolog atau grafolog. Sedangkan pemeriksaan tanda tangan secara mekanis biasanya menggunakan peralatan khusus. Pengamatannya lebihmenekankan pada hal-hal berkaitan dengan pemalsuan mekanis.

Memeriksa tanda tangan (misalnya, oleh bank, kehakiman, atau pengadilan) akan menjadi pekerjaan berat bagi si analis. "Karena sulit untuk menyimpulkan secara mutlak bahwa tanda tangan itu asli atau palsu. Apalagi persoalannya menyangkut untung-rugi seseorang.
Oleh karena itu, untuk menilai asli atau palsu harus berdasarkan kemungkinan (probabilitas). Misal, tanda tangan itu dinilai 70% asli dan 30% palsu. Dalam hal ini unsur spekulasi tetap ada. Jadi, tidak secara mutlak."
"Nilai probabilitas tinggi berarti tanda tangan itu ditulis oleh orang yang sama. Probabilitas sedang, masih diragukan. Kalau nilainya rendah, itu jelas palsu. Penulisnya berbeda."
Menurut Anna Koren, meski tanda tangan Anda secara garis besar ada kesamaan, namun dari puluhan atau bahkan ratusan tanda tangan Anda tidak pernah sama persis, sekalipun itu dibuat pada saat yang relatif sama. Makanya kalauada dua tanda tangan sungguh identik, bisa jadi satu di antaranya justru palsu.

Bisa Berubah dan Diubah
Tak seorang pun mengajarkan bagaimana merancang atau memilih tanda tangan yang cocok untuk Anda. Anda menciptakan sendiri tanda tangan Anda, setelah berkali-kali mencoba corat-coret di kertas kosong. Keragu-raguan dalam membuat tanda tangan muncul ketika remaja.
Seturut jalannya waktu, tanda tangan akan mengalami banyak perubahan. Selain faktor usia, ia bisa berubah karena perubahan status (pernikahan atau sosial). Bahkan, menurut Anna Koren, tanda tangan bisa berubah kapan saja, selama yang bersangkutan masih hidup.

Sementara menurut Margaret Gullan-Whur, perubahan mendadak pada tanda tangan mungkin saja disengaja, karena ketidakpuasan penampilan tulisan, yang mengungkapkan ketidakpuasan terhadap diri sendiri. Pada remaja hal ini bisaterjadi. Setelah dewasa, sulit untuk mengubah format tanda tangan tanpa mengubah bagian lain.Perihal tanda tangan diubah, menurut Ny. Nur, boleh-boleh saja, asalkan untuk tujuan baik. Untuk mencari dan membetulkan jalan hidupnya. "Tapi, kalau ganti-ganti tanda tangan untuk tujuan yang tidak benar, karakter orang itusendiri sudah tidak benar," katanya.

Masih soal perubahan tanda tangan, John Nimpoeno berpendapat lain. Ada tanda tangan ruwet nggak terbaca, ada pula yang jelas terbaca namanya. "Itu karena trend saja. Tanda tangan sekarang tendensinya (mesti) terbaca," jelasnya. Dulu, tambahnya, tanda tangan cenderung ruwet, njelimet, susah dibaca. Maksudnya supaya susah ditiru atau dipalsukan. Tapi lambat laun mengikuti pola Amerika, di mana tanda tangan umumnya bisa jelas terbaca namanya. Demikian juga pola Jerman. Jadi, wajar kalau ada perubahan dalam gaya tanda tangan. Kalau ada yang ingin mengubah tanda tangan? "Itu haknya. Tapi perubahan tanda tangan nggak akan mengubah orang itu."